|
Bahaya
Program Anti Virus
Oleh
: Yohanes
Nugroho
Sejak
pertama ditemukan virus telah mengalami perkembangan
teknologi yang cukup besar, demikian juga program
Antivirus yang ada. Sayangnya perkembangan Antivirus
biasanya hanya mengejar perkembangan virus dan
bukan berusaha mendahuluinya. Antivirus yang ketinggalan
(teknologinya) justru dapat mengundang bahaya
bagi pemakai.
Ketika
virus-virus berhasil dideteksi keberadaannya,
virus-virus yang baru selalu bermunculan dengan
teknologi yang lebih canggih yang membuat antivirus
menjadi tak berdaya . Antivirus yang lama misalnya,
selalu dapat di-'tipu' dengan teknologi stealth,
dengan demikian ketika antivirus ini berusaha
mendeteksi file-file yang lain, virus yang stealth
tadi justru menyebarkan dirinya ke setiap file
yang diperiksa.
Di
berbagai majalah tentunya Anda sering melihat
adanya program-program antivirus " satuan
" (spesifik) yang tujuannya untuk mendeteksi
satu jenis virus. Biasanya para pembuat
antivirus tidak memberitahukan cara-cara
yang benar untuk menggunakan program antivirus
ini, padahal antivirus spesifik memiliki risiko
yang besar jika tidak digunakan secara benar.
Antivirus
spesifik hanya mampu mendeteksi satu jenis virus
(dan mungkin beberapa variannya) dan biasanya
mampu melumpuhkan virus di memori. Jika Anda menemukan
suatu virus dan Anda yakin nama virusnya
Anda bisa menggunakan Antivirus semacam ini, namun
jika Anda tidak tahu, sebaiknya jangan coba-coba.
Jika ternyata virus yang aktif adalah virus lain,
yang tentunya tidak terdeteksi oleh antivirus
ini, maka antivirus tersebut justru dapat menyebarkan
virus yang ada ke seluruh file program yang diperiksanya.
Bahaya
yang lebih menakutkan adalah jika antivirus salah
mendeteksi suatu virus dan salah membersihkannya
sehingga file program yang Anda coba untuk perbaiki
justru menjadi rusak. Kejadian ini pernah terjadi
misalnya pada kasus virus DenHard, virus ini benar-benar
mirip dengan die hard, namun virus ini menggunakan
teknik yang berbeda untuk mengembalikan header
file yang asli, beberapa antivirus yang berusaha
membersihkannya justru merusakkan file program
tempat virus itu berada. Selain terjadi pada kasus
virus DenHard, kasus inipun pernah (dan mungkin
masih akan terus) terjadi pada beberapa virus.
Salah satu alasan para pembuat virus membuat virus
yang mirip adalah supaya virus tersebut
sulit dibersihkan, karena para pembuat antivirus
tidak suka jika virusnya dapat dengan mudah dibersihkan
oleh user.
|